JAKARTA - Tim Nasional Para Panahan Indonesia menargetkan prestasi lebih tinggi dibandingkan pencapaian ASEAN Para Games (APG) 2022.
Setelah meraih dua medali emas pada hari ketiga APG 2025 di Thailand, optimisme tim kian meningkat. Pelatih Idya Putra Harjianto menyatakan peluang untuk menambah koleksi emas masih terbuka lebar.
Emas Pertama dan Kedua APG 2025
Dua medali emas yang diraih tim dipersembahkan oleh Kholidin dari nomor recurve tunggal putra. Medali kedua datang dari nomor recurve beregu putra yang diisi Khoirul Anwar, Kholidin, dan Setiawan. Pencapaian ini hampir menyamai total tiga emas yang didapatkan tim pada APG 2022.
Keberhasilan ini menandai awal yang positif bagi kontingen panahan Indonesia. Kedua emas tersebut menjadi bukti kemampuan atlet dalam menjaga konsistensi performa sejak babak kualifikasi hingga final. Idya Putra Harjianto menekankan pentingnya mempertahankan fokus pada sisa pertandingan.
Peluang Tambahan Medali
Masih ada lima final yang akan dihadapi para atlet Indonesia, membuka kesempatan menambah koleksi emas. Arif Firmansyah dan Noviera Ross menjadi salah satu harapan tim, meskipun keduanya belum genap satu tahun mengikuti pelatnas.
Noviera berhasil lolos ke final bersama Kholidin, sementara Arif menembus final bersama Ken Swagumilang.
Pelatih menyebut perkembangan kedua atlet muda ini menunjukkan kualitas pelatihan yang efektif. Meski pengalaman masih terbatas, mereka mampu bersaing di level internasional. Keberhasilan ini juga menambah kedalaman skuad untuk nomor beregu dan tunggal putra.
“All Indonesian Final”
Idya Putra Harjianto menyampaikan kegembiraannya atas keberhasilan Kholidin dan Setiawan menciptakan “All Indonesian Final”. Kholidin akhirnya keluar sebagai pemenang pada nomor tunggal putra. Sementara Setiawan menyabet medali perak, menandai pembuka prestasi tim dengan kombinasi emas dan perak.
Kedua atlet menunjukkan performa konsisten sejak babak kualifikasi. Penampilan mereka mencerminkan persiapan matang dan strategi tim yang solid. Final ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kepercayaan diri seluruh kontingen panahan Indonesia.
Keberhasilan di Nomor Beregu
Dalam nomor recurve open ganda putra, Kholidin dan Setiawan berpasangan untuk menghadapi tim Malaysia yang diwakili Muhammad Azaruddin bin Mat dan Suresh Selvatamby. Pasangan Indonesia berhasil menaklukkan lawan dan meraih medali emas tambahan. Prestasi ini menegaskan dominasi Indonesia di nomor beregu putra.
Kemenangan ini juga memperlihatkan sinergi antar-atlet, yang mampu mengoptimalkan strategi tembakan dan koordinasi. Keberhasilan ini menjadi salah satu indikator kekuatan tim untuk sisa pertandingan. Fokus pada disiplin teknik dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan nomor beregu.
Optimisme Menuju Akhir Kompetisi
Dengan dua emas dan satu perak di awal, tim panahan Indonesia optimis meraih pencapaian lebih tinggi. Sisa lima final menjadi kesempatan untuk memperbesar koleksi medali dan melampaui hasil APG 2022. Idya Putra Harjianto menekankan pentingnya fokus, kerja sama tim, dan kesiapan mental bagi seluruh atlet.
Para atlet muda yang masuk final menunjukkan regenerasi yang menjanjikan. Kholidin dan Setiawan sebagai senior memberikan contoh dan motivasi bagi junior. Dengan strategi matang dan persiapan penuh, Tim Para Panahan Indonesia berpotensi menyelesaikan APG 2025 dengan catatan prestasi terbaik.