Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Perkuat Upaya Pemulihan Lahan Pertanian di Wilayah Sumatera

Pupuk Indonesia Perkuat Upaya Pemulihan Lahan Pertanian di Wilayah Sumatera
Pupuk Indonesia Perkuat Upaya Pemulihan Lahan Pertanian di Wilayah Sumatera

JAKARTA - Pupuk Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir di wilayah Sumatera. 

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran pupuk nonsubsidi serta bantuan kemanusiaan. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dalam inisiatif Kementan Peduli.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Perusahaan menilai pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi aspek penting bagi ketahanan pangan. Wilayah terdampak diharapkan dapat segera kembali produktif.

Banjir yang melanda sejumlah daerah Sumatera menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas produksi petani. Oleh karena itu, dukungan pemulihan menjadi kebutuhan mendesak.

Dukungan Langsung bagi Petani Terdampak

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan. Ia menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia berupaya hadir dalam setiap proses pemulihan. Dukungan ini diarahkan untuk membantu petani bangkit dari dampak bencana.

“Alhamdulillah, Pupuk Indonesia dapat terus berkontribusi dalam pemulihan pascabencana di Sumatera, termasuk melalui dukungan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi melalui program Kementan Peduli,” kata Rahmad.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan secara simbolis. Kegiatan itu berlangsung di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Lokasi tersebut menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan cukup berat.

Penyaluran Pupuk Nonsubsidi

Dalam program rehabilitasi lahan pertanian, Pupuk Indonesia menyalurkan pupuk nonsubsidi sebanyak 10 ton. Pupuk tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak. Daerah sasaran mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyaluran pupuk ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi tanah. Lahan pertanian yang sebelumnya terendam banjir membutuhkan penanganan khusus. Pupuk nonsubsidi dinilai dapat membantu memperbaiki kualitas tanah.

Rahmad berharap bantuan ini dapat membantu petani kembali berproduksi. Pemulihan lahan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif. Dengan demikian, petani dapat kembali memperoleh penghasilan.

Program Rehabilitasi Terpadu

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sebelumnya memulai program rehabilitasi lahan pertanian terdampak banjir. Kabupaten Aceh Utara dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan. Wilayah tersebut dinilai mengalami tingkat kerusakan paling parah.

Program rehabilitasi ini melibatkan berbagai pihak terkait. Sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci utama keberhasilan. Pendekatan terpadu diharapkan mampu mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Selain rehabilitasi lahan, perhatian juga diberikan pada kesiapan sarana pendukung. Pupuk bersubsidi disiapkan untuk dikirim ke daerah terdampak. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran musim tanam berikutnya.

Bantuan Kemanusiaan Berkelanjutan

Selain rehabilitasi pertanian, Pupuk Indonesia turut menyalurkan bantuan kemanusiaan. Total bantuan yang disalurkan mencapai 215 ton dengan nilai Rp5,68 miliar. Bantuan tersebut dikirim menggunakan 80 truk ke berbagai wilayah terdampak.

Bantuan kemanusiaan meliputi berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Isinya terdiri dari 120 ton beras, 5 ton gula, dan 24 unit tandon air. Selain itu, terdapat air mineral, makanan siap saji, makanan ringan, susu, kopi, teh, dan telur.

Menurut Rahmad, bantuan tersebut disalurkan berdasarkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. 

“Bantuan Pupuk Indonesia tidak berhenti hari ini saja. Kami terus hadir sejak awal bencana hingga saat ini sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat. Penanganan bencana tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja,” ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index