Menjelang Idul Fitri, Prabowo Instruksikan Zulkifli Hasan Fokus pada Stabilitas Sembako

Selasa, 03 Maret 2026 | 09:09:06 WIB
Menjelang Idul Fitri, Prabowo Instruksikan Zulkifli Hasan Fokus pada Stabilitas Sembako

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka dengan fokus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadan. Zulhas menegaskan dirinya mendapatkan perintah langsung untuk memantau stok dan harga agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.

Menurut Zulhas, arahan Presiden mencakup pengawasan menyeluruh di pasar dan distribusi pangan ke berbagai daerah. Pemerintah ingin memastikan program prioritas, termasuk pengelolaan pasar dan distribusi sembako, berjalan optimal. 

"Saya diperintah untuk keliling memastikan pangan, MBG, Kopdes, kemudian pengelolaan sampah berlangsung dengan baik. Dan tentu sembako, puasa dan Lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik," jelas Zulhas.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar masyarakat tidak menghadapi lonjakan harga menjelang Lebaran. Pemerintah menekankan pentingnya monitoring ketat di lapangan agar ketersediaan pangan tetap terjaga. Semua kegiatan ini diharapkan mampu menjaga rasa aman masyarakat terkait kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idulfitri.

Kondisi Pasar dan Stabilitas Harga

Pemantauan pasar menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Berdasarkan inspeksi di sejumlah kota besar, stok pangan aman dan harga terkendali. Komoditas seperti daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan beras berada dalam rentang harga yang wajar sesuai ketentuan.

Di Jakarta, harga daging sapi segar tercatat antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging ayam berkisar Rp40.000 per kilogram. 

Cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp110.000 menjadi Rp100.000 per kilogram, dan telur ayam berada di kisaran Rp29.000–Rp30.500 per kilogram. Pemantauan harga serupa dilakukan di kota lain untuk memastikan stabilitas secara menyeluruh.

Hasil sidak menunjukkan ketersediaan bahan pokok strategis memadai dan harga relatif stabil. Pemerintah menekankan bahwa meski harga bervariasi, kecenderungannya menurun menjelang Lebaran. Ini menjadi bukti keberhasilan pengawasan dan koordinasi antarinstansi terkait distribusi pangan.

Intervensi Pemerintah untuk Masyarakat

Meskipun harga relatif stabil, pemerintah tetap menyiapkan berbagai intervensi untuk melindungi daya beli masyarakat. Salah satunya berupa bantuan pangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter per keluarga. Program ini menargetkan jutaan Keluarga Penerima Manfaat agar bisa merayakan Idulfitri dengan tenang dan tidak terbebani kenaikan harga.

Ketersediaan bantuan pangan dijadwalkan akan didorong secara terencana agar distribusi tepat sasaran. Pemerintah memastikan bahwa program ini terlaksana tepat waktu sehingga masyarakat mendapat manfaat maksimal. Strategi ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan dan tekanan harga di pasar menjelang Lebaran.

Selain bantuan langsung, pengawasan lapangan tetap dijalankan oleh Satgas dan instansi terkait. Tim memantau harga serta ketersediaan komoditas agar distribusi berjalan lancar. Semua langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kekurangan atau lonjakan harga yang merugikan.

Pemantauan di Beberapa Kota

Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar utama di kota-kota besar. Di Semarang, Bulog melakukan inspeksi di Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan. Hasilnya menunjukkan harga beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500, dan beras SPHP Rp12.500—semua sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beberapa komoditas bahkan menunjukkan penurunan harga menjelang Idulfitri. Harga daging sapi turun dari Rp140.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sementara daging ayam dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Harga cabai merah juga tercatat menurun menjadi Rp32.000 per kilogram, mencerminkan upaya stabilisasi yang efektif.

Pemantauan ini membantu pemerintah menilai kondisi riil di lapangan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi fluktuasi mendadak yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Dengan data akurat, pemerintah bisa mengambil langkah cepat bila terjadi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Upaya Berkelanjutan untuk Stabilitas Pangan

Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga Lebaran. Pengalaman sebelumnya saat Natal dan Tahun Baru menjadi acuan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Langkah koordinasi antara kementerian dan Bulog diharapkan mampu memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar.

Arahan Presiden juga mencakup pengawasan terhadap berbagai program prioritas pemerintah di lapangan. Mulai dari distribusi pangan, pengelolaan sampah, hingga operasional pasar harus berjalan lancar dan terpantau. Dengan strategi ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri tanpa khawatir akan ketersediaan dan harga bahan pokok.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau pasar hingga Hari Raya. Langkah ini mencakup sidak reguler, koordinasi lintas instansi, dan pemberian bantuan pangan tepat sasaran. Semua upaya diarahkan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, stok aman, dan harga stabil selama periode penting bagi masyarakat.

Terkini