Stabilitas Harga Daging dan Telur Jadi Fokus Mentan Demi Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:42:03 WIB
Stabilitas Harga Daging dan Telur Jadi Fokus Mentan Demi Ketahanan Pangan Nasional

JAKARTA - Stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama pemerintah menjelang periode permintaan tinggi. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga daging sapi, ayam, dan telur harus sesuai harga eceran tertinggi (HET). Langkah ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan.

Menurut Amran, seluruh komoditas strategis harus tetap berada di bawah HET agar tidak terjadi lonjakan harga. Daging ayam ras ditetapkan Rp40.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp30.000 per kilogram. Penetapan harga ini diharapkan mencegah praktik penahanan pasokan dan permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketersediaan Stok Aman dan Terkendali

Mentan menegaskan bahwa stok daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi aman. Semua rekomendasi pemasukan sapi dan daging telah diterbitkan sejak Desember atas arahan langsungnya. Tidak ada alasan bagi harga untuk melonjak, karena pasokan dari sisi kementerian telah dipenuhi secara menyeluruh.

Indikasi kenaikan harga justru ditemukan di tingkat perantara. Beberapa pihak menahan pasokan sehingga memicu kenaikan di pasar. Amran menekankan pentingnya semua pihak mengeluarkan produk agar harga tetap stabil.

Penegakan Hukum Terhadap Praktik Penahanan Stok

Pemerintah meminta Satgas Pangan dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan pengawasan ketat. Apabila ditemukan praktik penahanan stok atau permainan harga, tindakan tegas termasuk penyegelan harus dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari spekulasi yang merugikan.

Keberadaan pengawasan menyeluruh menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas. Setiap pelanggaran harga atau penahanan stok dapat merusak pasar dan menurunkan kepercayaan masyarakat. Penindakan tegas menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keadilan.

Apresiasi Terhadap Pelaku Usaha Pangan dan Ekspor

Mentan juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang menjaga produksi tetap stabil. Perusahaan seperti Japfa dan Charoen Pokphand disebut berhasil menjaga pasokan sekaligus memperluas akses pasar. Eksportir mampu menyalurkan produk unggas sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke negara seperti Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Penghargaan ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Stabilitas produksi tidak hanya menjaga pasokan domestik, tetapi juga memperkuat kepercayaan mitra internasional. Dukungan ini menjadi motivasi agar industri pangan terus berkembang dan inovatif.

Penguatan Pengawasan Harga Selama Puncak Permintaan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menekankan perlunya pengawasan harga yang lebih intensif. Periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri menjadi saat kritis di mana permintaan meningkat. Transparansi informasi harga di tingkat pasar menjadi kunci untuk mencegah spekulasi dan manipulasi harga.

Setiap pasar diusulkan memiliki panel harga yang rutin diperbarui. Konsumen dapat mengetahui harga riil sehingga terhindar dari ketidakadilan pasar. Langkah ini mendukung strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas dan meminimalkan gejolak harga mendadak.

Strategi Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga

Sebelum periode permintaan tinggi, pihak kementerian melakukan konsolidasi untuk memastikan stok tersedia. Semua langkah diambil agar pasokan daging dan telur mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa pola pengawasan dan koordinasi harus berjalan terus-menerus agar harga tetap terkendali.

Pendekatan ini melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari produksi, distribusi, hingga penjualan di tingkat pasar. Dengan demikian, konsumen dapat menikmati harga yang wajar dan pasokan tetap stabil. Strategi menyeluruh ini menjadi fondasi bagi ketahanan pangan nasional.

Terkini