Menteri PU

Menteri PU dan Andre Rosiade Resmikan Groundbreaking Sabo Dam Gunung Marapi

Menteri PU dan Andre Rosiade Resmikan Groundbreaking Sabo Dam Gunung Marapi
Menteri PU dan Andre Rosiade Resmikan Groundbreaking Sabo Dam Gunung Marapi

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memulai pembangunan Sabo Dam Gunung Marapi. 

Proyek ini digelar di Nagari Kampung Jambu, Kabupaten Tanah Datar, sebagai langkah antisipatif menghadapi bencana erupsi dan banjir lahar dingin. Kehadiran infrastruktur ini menjadi bukti negara hadir langsung melindungi masyarakat di wilayah rawan bencana.

Tujuan dan Fungsi Sabo Dam

Dody menekankan bahwa Sabo Dam berfungsi menahan dan mengendalikan aliran material vulkanik agar tidak langsung mengancam permukiman maupun infrastruktur publik. Struktur ini dirancang menahan batu, pasir, dan lumpur ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu. 

“Kita ingin memastikan bahwa jika terjadi anomali cuaca atau aktivitas vulkanik, dampaknya bisa kita minimalisir sekecil mungkin,” ujar Dody.

Proyek ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar pembangunan infrastruktur tidak hanya fisik, tetapi menyentuh keselamatan masyarakat. 

Pembangunan lima unit awal menjadi fondasi sistem pengendalian lahar yang lebih luas di masa depan. Kajian teknis akan dilakukan untuk memastikan setiap unit terintegrasi di seluruh aliran sungai berisiko.

Komitmen Pemerintah dan Legislator

Andre Rosiade menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar bangunan beton, tetapi benteng perlindungan bagi ribuan warga Tanah Datar. “Ini bukan sekadar bangunan beton. 

Sabo dam ini adalah pelindung bagi saudara-saudara kita di kaki Gunung Marapi agar tidak lagi dihantui ketakutan saat hujan lebat turun,” jelas Andre. Proses perencanaan hingga peninjauan lapangan dikawal agar kebutuhan masyarakat menjadi prioritas.

Selain itu, Andre menyatakan komitmennya mengawal pembangunan tambahan sekitar 13 sabo dam baru pada 2025. Titik-titik tersebut berada di aliran sungai berisiko tinggi, termasuk Batang Malalo dan daerah lain yang potensial membawa material lahar. 

Keberadaan sabo dam ini diyakini mampu memberi kepastian keamanan bagi masyarakat dan mengurangi risiko bencana.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif menjadi kunci keberhasilan proyek. “Jangan ada ego sektoral. Apa yang kita lakukan hari ini adalah pesan bahwa negara hadir untuk rakyat,” tegas Andre. Proyek ini menjadi contoh kolaborasi nyata dalam mitigasi bencana dan perlindungan warga.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Mitigasi Bencana

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan lima sabo dam. Ia menekankan kebutuhan infrastruktur pengendali lahar masih sangat besar karena banyak aliran sungai aktif dari Gunung Marapi. “Kami sudah mengusulkan sekitar 13 titik tambahan. Ini kebutuhan mendesak demi keamanan masyarakat kami,” kata Eka Putra.

Eka berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut hingga seluruh titik rawan memiliki perlindungan permanen. Ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Menteri PU, Andre Rosiade, dan seluruh pihak yang mewujudkan proyek ini. 

Ketersediaan sabo dam di setiap aliran sungai diyakini mampu menekan risiko korban jiwa saat terjadi erupsi atau banjir lahar.

Anggota DPR RI Zigo Rolanda juga menegaskan komitmen pengawalan anggaran untuk proyek ini. Menurut dia, mitigasi bencana tidak boleh setengah-setengah dan harus diperjuangkan hingga seluruh sungai berisiko memiliki sabo dam. 

“Kami di DPR RI akan memastikan usulan tambahan ini diperjuangkan. Semua aliran sungai yang berisiko harus memiliki sabo dam yang memadai,” tegas Zigo.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Keberadaan sabo dam memberikan perlindungan nyata bagi warga di kaki Gunung Marapi. Dengan struktur ini, material lahar yang terbawa hujan deras dapat tertahan sehingga permukiman dan infrastruktur publik tetap aman. Pembangunan ini meningkatkan rasa aman warga sekaligus mengurangi kerugian akibat bencana alam.

Proyek juga memberikan efek jangka panjang berupa pengelolaan aliran sungai yang lebih sistematis. Masyarakat mendapat kepastian bahwa risiko bencana diminimalkan, dan negara hadir untuk melindungi keselamatan mereka. 

Infrastruktur ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif untuk masa depan warga yang lebih aman.

Selain itu, pembangunan sabo dam membuka peluang pengembangan sistem mitigasi bencana yang lebih modern. Dengan integrasi titik-titik pengendali sedimen, potensi kerusakan akibat lahar dapat diminimalkan secara maksimal. 

Proyek ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kehidupan masyarakat tetap terlindungi dari ancaman alam.

Masyarakat dan pemerintah daerah pun diajak berpartisipasi aktif dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini. Kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi bencana menjadi kunci agar sabo dam berfungsi optimal. 

Dengan langkah ini, Tanah Datar memiliki fondasi infrastruktur yang kuat untuk menghadapi erupsi Gunung Marapi di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index