Logistik

Arus Logistik Nasional Meningkat Pesat Menjelang Momentum Lebaran

Arus Logistik Nasional Meningkat Pesat Menjelang Momentum Lebaran
Arus Logistik Nasional Meningkat Pesat Menjelang Momentum Lebaran

JAKARTA - Pergerakan logistik nasional mulai menunjukkan peningkatan seiring mendekatnya periode Lebaran 2026. 

Aktivitas distribusi barang yang semakin tinggi menjadi bagian dari dinamika ekonomi menjelang hari raya. Para pelaku usaha logistik pun menyiapkan berbagai langkah agar arus distribusi tetap berjalan lancar.

Peningkatan arus logistik ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah bahkan mengalami lonjakan aktivitas pengiriman yang cukup signifikan. Situasi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur serta koordinasi antar pemangku kepentingan.

Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi salah satu pusat aktivitas logistik yang paling terasa peningkatannya. Kedua wilayah tersebut memiliki peran penting sebagai jalur distribusi barang ke berbagai daerah. Kondisi ini juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Lebaran.

Lonjakan Aktivitas Logistik di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan seiring dengan mendekatnya Lebaran 2026. Para pelaku usaha di bidang logistik pun mulai menerapkan sejumlah strategi khusus untuk menjaga kelancaran distribusi barang. Langkah ini diambil agar aktivitas pengiriman tetap berjalan optimal meski volume barang meningkat.

Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami peningkatan arus logistik yang signifikan. Kenaikan tersebut terlihat dari bertambahnya volume kargo yang masuk dan keluar melalui pelabuhan utama. Aktivitas ini mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi barang di berbagai daerah.

Menurut Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, volume kargo mengalami kenaikan sekitar 130 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan menjelang periode Lebaran. Hal ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya perputaran barang di sektor logistik.

Pertumbuhan Aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas

Peningkatan volume kargo di Pelabuhan Tanjung Emas berdampak pada peningkatan rotasi kontainer. Rata-rata pergerakan kontainer yang sebelumnya sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi sekitar 3.000 unit. Kondisi ini mencerminkan aktivitas distribusi barang yang semakin padat.

Selain momentum Lebaran, pertumbuhan aktivitas logistik di Jawa Tengah juga didorong oleh investasi industri. Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan aktivitas logistik. Kehadiran berbagai perusahaan di kawasan tersebut berdampak pada meningkatnya throughput di pelabuhan.

Teguh menyampaikan dalam siaran pers, "Tahun 2023 sekitar 700.000 twenty-foot equivalent unit (TEUs), 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. (Peningkatan) ini signifikan, walaupun perusahaan di KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi." 

Pernyataan tersebut menggambarkan pertumbuhan aktivitas logistik yang cukup pesat. Hal ini juga menunjukkan potensi peningkatan yang masih dapat terjadi di masa mendatang.

Strategi Mengurai Kepadatan Arus Barang

Kepadatan arus logistik menjelang Lebaran mendorong berbagai pihak untuk menyiapkan strategi khusus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengaturan ulang lokasi penyimpanan barang di pelabuhan. Strategi ini bertujuan untuk menghindari penumpukan kontainer yang dapat menghambat aktivitas bongkar muat.

Ketua ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono atau yang akrab disapa Wibi, memperkirakan adanya lonjakan volume arus logistik sebesar 80 persen menjelang Lebaran. Surabaya disebut sering menjadi jalur transit menuju wilayah Indonesia bagian timur. Oleh karena itu aktivitas di pelabuhan diperkirakan meningkat cukup tajam.

Wibi menjelaskan, "Kebetulan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, serta Idul Fitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Waktu Imlek banyak impor turun ke sini, lalu didistribusikan ke wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan." 

Penjelasan tersebut menunjukkan bagaimana momentum berbagai hari besar dapat memengaruhi aktivitas logistik. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus lebih siap menghadapi lonjakan permintaan distribusi.

Penguatan Infrastruktur dan Sistem Operasional

Untuk mengantisipasi penumpukan barang, dilakukan pengalihan lokasi penyimpanan kontainer. Gudang ekspor sementara dimanfaatkan sebagai tempat penampungan barang impor. Strategi ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses distribusi tetap berjalan lancar.

Wibi mengungkapkan, "Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, yaitu Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya." 

Pola perpindahan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan arus barang di pelabuhan. Dengan pengaturan yang tepat, kepadatan dapat diurai sehingga operasional tetap stabil.

Lonjakan arus logistik pada 2024 pernah mencapai 103 persen. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk menghadapi peningkatan arus barang pada tahun berikutnya.

Persiapan Terminal Peti Kemas dan Dampak Ekonomi

Pengelola terminal peti kemas juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan arus logistik. Sistem operasional terminal memungkinkan perencanaan pelayanan bongkar muat kapal sejak jauh hari. Dengan sistem tersebut, tingkat kepadatan tambatan kapal maupun lapangan penumpukan dapat diprediksi lebih awal.

Widyaswendra menjelaskan, "Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang." 

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan operasional yang matang. Persiapan yang baik diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas logistik selama periode Lebaran.

Selain itu, ia juga mengimbau pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi potensi kemacetan di jalan raya saat pengiriman maupun pengambilan peti kemas. 

“Kami mengimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system guna meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur Lebaran.”

Di sisi lain, peningkatan aktivitas logistik juga mencerminkan perbaikan perputaran ekonomi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai aktivitas ekspor impor yang meningkat menjadi sinyal positif bagi perekonomian. Ia mengatakan, "Sejak Desember, sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati Lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa."

Frans menegaskan, "Kondisi ekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor geopolitik dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump itu yang membuat kondisi ke depan belum bisa dipastikan." Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa meskipun aktivitas ekonomi meningkat menjelang Lebaran, dinamika global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index