Update Harga BBM Pertamina Tetap Transparan dan Mudah Diakses Masyarakat Indonesia

Kamis, 05 Maret 2026 | 10:49:24 WIB
Update Harga BBM Pertamina Tetap Transparan dan Mudah Diakses Masyarakat Indonesia

JAKARTA - Pergerakan harga bahan bakar minyak kembali menjadi perhatian masyarakat pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM di sejumlah wilayah Indonesia pada bulan Maret 2026. Perubahan ini membuat sebagian jenis BBM mengalami kenaikan harga yang perlu diketahui konsumen sebelum mengisi bahan bakar.

Tercatat terdapat lima jenis BBM yang mengalami kenaikan harga pada periode ini. Di Jawa Barat misalnya, kenaikan BBM berada pada kisaran Rp400 hingga Rp1.000 per liter. Kebijakan tersebut tentu berdampak langsung pada biaya transportasi harian masyarakat.

Penyesuaian harga BBM mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, situasi memanasnya perang di Timur Tengah juga diduga menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan. Kebijakan ini berada dalam kewenangan Pertamina bersama pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku.

Daftar Harga BBM Wilayah Sumatera dan Sekitarnya

Berikut daftar harga BBM Pertamina terbaru pada Kamis, 5 Maret 2026, di berbagai wilayah. Provinsi Aceh mencatat Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Untuk FTZ Sabang, Pertamax Rp11.550, Dexlite Rp13.250, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.

Provinsi Sumatera Utara menetapkan Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memiliki harga Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.650, Pertamina Dex Rp15.100, Dexlite Rp14.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. 

FTZ Batam mencatat Pertamax Rp11.750, Pertamax Turbo Rp12.400, Pertamina Dex Rp13.800, Dexlite Rp13.450, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.

Untuk Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800. 

Perbedaan harga antarwilayah menunjukkan adanya kebijakan distribusi dan biaya logistik yang berbeda. Konsumen disarankan mengecek harga sesuai domisili masing-masing.

Harga BBM Wilayah Jawa dan Bali

Provinsi DKI Jakarta menetapkan Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp13.100, Pertamax Green Rp12.900, Pertamina Dex Rp14.500, Dexlite Rp14.200, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.

Harga yang sama juga berlaku di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Penyesuaian ini membuat Pertamax dan turunannya mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.

Di Provinsi Bali, Pertamax Rp12.300 dan Pertamax Turbo Rp13.100. Pertamina Dex tercatat Rp14.500 serta Dexlite Rp14.200. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 tanpa perubahan.

Wilayah Nusa Tenggara Barat menetapkan harga yang sama seperti Bali untuk seluruh jenis BBM. Sementara Nusa Tenggara Timur mencatat Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Perbedaan harga ini mencerminkan kebijakan regional yang berlaku.

Harga BBM Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku

Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, harga Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800. 

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.650, Pertamina Dex Rp15.100, Dexlite Rp14.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Kalimantan Timur menetapkan harga yang sama seperti Kalimantan Barat.

Untuk Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat, harga Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800. 

Harga ini relatif seragam di kawasan Sulawesi. Penyesuaian dilakukan mengikuti kebijakan nasional yang berlaku.

Provinsi Maluku dan Maluku Utara mencatat Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Sementara Papua menetapkan Pertamax Rp12.600, Pertamax Turbo Rp13.350, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800. 

Papua Barat dan Papua Barat Daya mencatat Pertamax Rp12.600, Pertamina Dex Rp14.800, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800.

Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah menetapkan Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp14.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Harga tersebut menunjukkan bahwa Pertalite dan Biosolar tetap stabil. Sementara jenis nonsubsidi mengalami penyesuaian mengikuti tren pasar global.

Rincian Kenaikan dan Harga BBM Subsidi

Pada Maret 2026 di Jawa Barat, lima jenis BBM kompak mengalami kenaikan harga. Harga Pertamax sebelumnya Rp11.800 naik Rp500 menjadi Rp12.300 per liter. Harga Pertamax Turbo sebelumnya Rp12.700 naik Rp400 menjadi Rp13.100 per liter.

Harga Pertamax Green sebelumnya Rp12.450 naik Rp450 menjadi Rp12.900 per liter. Harga Pertamina Dex sebelumnya Rp13.500 naik Rp1.000 menjadi Rp14.500 per liter. Harga Dexlite sebelumnya Rp13.250 naik Rp950 menjadi Rp14.200 per liter.

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 2022. Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Stabilitas harga subsidi ini memberikan kepastian bagi masyarakat pengguna bahan bakar bersubsidi.

Dengan adanya pembaruan harga ini, masyarakat diharapkan rutin mengecek informasi terbaru sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Harga BBM dapat berbeda di setiap wilayah sesuai kebijakan distribusi. Transparansi daftar harga membantu konsumen merencanakan pengeluaran secara lebih terukur.

Terkini