Chandra Asri

Investasi Rp3,37 Triliun Danantara dan INA Dorong Proyek CA-EDC Chandra Asri

Investasi Rp3,37 Triliun Danantara dan INA Dorong Proyek CA-EDC Chandra Asri
Investasi Rp3,37 Triliun Danantara dan INA Dorong Proyek CA-EDC Chandra Asri

JAKARTA - Investasi besar-besaran kini menguatkan proyek strategis industri petrokimia nasional. 

Danantara Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA) menanamkan modal US$200 juta atau setara Rp3,37 triliun. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten.

Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dioperasikan oleh Chandra Asri Group. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan industri dan mengurangi ketergantungan impor. Investasi ini juga diharapkan mendorong hilirisasi bahan baku strategis dalam negeri.

“Kolaborasi ini bukan hanya sebagai respons terhadap ketergantungan impor. Namun juga sebagai langkah nyata mempercepat hilirisasi industri nasional. Kami ingin menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi,” ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia. Pernyataan ini menegaskan komitmen investor untuk mendukung pertumbuhan industri strategis.

Investasi dan Struktur Proyek CA-EDC

Dalam struktur investasi, Danantara dan INA menanamkan modal bersama sebesar US$200 juta. Total nilai proyek pembangunan pabrik CA-EDC mencapai US$800 juta atau sekitar Rp13,39 triliun. Dana ini digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha TPIA.

Proyek ini direncanakan mulai beroperasi pada 2027. Fasilitas ini akan menjadi tulang punggung produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride domestik. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mendorong substitusi impor dan memperkuat rantai pasok nasional.

Pembangunan dilakukan dengan standar teknologi tinggi dan protokol keselamatan yang ketat. Tujuannya untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan, dan keberlanjutan. Semua aspek ini menunjukkan bahwa proyek CA-EDC bukan sekadar investasi finansial, tetapi juga strategis bagi negara.

Komitmen Danantara dan INA terhadap Industri Nasional

Pandu Sjahrir menegaskan, “Investasi ini memperkuat industri strategis nasional. Hilirisasi menjadi kunci penggerak ekonomi dan peningkatan daya saing. Kami juga fokus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.”

Eddy Porwanto menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA. Tujuannya adalah menggerakkan modal pada sektor prioritas nasional. Langkah ini sekaligus membangun fondasi permodalan kuat untuk kapasitas industri berkelanjutan.

Investasi ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Selain itu, kolaborasi strategis juga memperkuat ketahanan industri nasional. Semua pihak sepakat proyek ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Dukungan Chandra Asri Group

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut baik partisipasi Danantara dan INA. “Dukungan ini menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Chandra Asri Group. Kami siap mengembangkan fasilitas CA-EDC secara optimal,” ujarnya.

TPIA berharap fasilitas baru ini mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis. Selain itu, proyek ini memperkuat rantai pasok domestik. Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah mempercepat hilirisasi industri nasional.

Pembangunan dan operasional pabrik juga akan membuka lapangan kerja baru. Diperkirakan 3.000 pekerja selama konstruksi dan 250 pekerja saat operasional. Dampak positif ini akan dirasakan masyarakat sekitar Cilegon dan industri pendukungnya.

Kapasitas Produksi dan Manfaat Industri

Pada fase pertama, pabrik CA-EDC memiliki kapasitas tahunan 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Caustic Soda menjadi bahan baku penting untuk sabun, deterjen, pemurnian alumina, dan produksi kertas. Sementara EDC menjadi bahan baku utama industri konstruksi dan pengemasan.

Kehadiran kapasitas produksi domestik meningkatkan substitusi impor. Hal ini juga memperkuat ketahanan pasokan dalam negeri. Selain memenuhi kebutuhan lokal, produksi EDC memiliki potensi ekspor yang meningkatkan devisa negara.

Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi tinggi. Hal ini memastikan operasi efisien dan aman. Dengan demikian, CA-EDC menjadi simbol kemajuan industri kimia nasional yang berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Strategi Hilirisasi

Investasi ini memperlihatkan bagaimana modal swasta dan lembaga publik dapat bersinergi. Proyek CA-EDC akan menciptakan efek ekonomi yang luas. Mulai dari lapangan kerja, peningkatan industri pendukung, hingga penguatan daya saing nasional.

Erwin menegaskan, “Proyek ini tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan. Hilirisasi industri menjadi kunci untuk memperkuat sektor strategis. Dampak positif akan dirasakan masyarakat, industri, dan ekspor.”

Kolaborasi Danantara dan INA menjadi contoh nyata dukungan investasi jangka panjang. Langkah ini mendorong pertumbuhan industri strategis, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Dengan demikian, proyek CA-EDC akan menjadi fondasi masa depan petrokimia Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index